Pasuruan — Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Pasuruan meluncurkan program aktifasi Bank Sampah Sekolah dengan target menjangkau 400 lembaga pendidikan di wilayah Kabupaten Pasuruan. Program ini diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PCNU Kabupaten Pasuruan dan PT Plastic Bank Indonesia sebagai mitra strategis pengelolaan sampah berkelanjutan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 27 Februari 2026, bertempat di Rumah Inovasi LP Ma’arif Kabupaten Pasuruan, dan dihadiri oleh 50 lembaga sekolah di bawah naungan LP Ma’arif NU. Kegiatan ini menjadi langkah awal konsolidasi sebelum implementasi program secara bertahap di ratusan sekolah lainnya.
Acara dibuka dengan sambutan dari Frederick Ramadhani Saman, Direktur Plastic Bank Indonesia, yang menekankan pentingnya peran sekolah dalam membangun ekosistem pengelolaan sampah berbasis edukasi dan ekonomi sirkular. Sambutan kedua disampaikan oleh KH Imron Mutamakkin, Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, yang sekaligus memimpin doa dan menegaskan komitmen Nahdlatul Ulama dalam mendukung gerakan pelestarian lingkungan melalui lembaga pendidikan.
Setelah penandatanganan MoU, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan teknis pelaksanaan program Bank Sampah Sekolah yang disampaikan oleh Aris Felani, Sekretaris LPBINU Kabupaten Pasuruan selaku PIC Program. Pemaparan tersebut mencakup mekanisme aktifasi bank sampah, sistem pengelolaan dan pencatatan sampah, serta manfaat edukatif dan ekonomi bagi sekolah.
Seluruh perwakilan lembaga sekolah yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi dan menyatakan kesiapan untuk menjalankan program Bank Sampah Sekolah di masing-masing lembaganya. Antusiasme ini menjadi indikator kuat bahwa program tersebut mendapat dukungan penuh dari satuan pendidikan sebagai garda terdepan edukasi lingkungan.
Kegiatan ditutup dengan buka bersama, sebagai simbol penguatan sinergi, kebersamaan, dan komitmen bersama dalam mewujudkan sekolah yang peduli lingkungan dan berkelanjutan di Kabupaten Pasuruan.



