Pasuruan — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan bersama Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) dan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Pasuruan terus memperkuat kolaborasi dalam upaya mitigasi bencana berbasis masyarakat. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Masjid Tangguh Bencana.
Sebagai bagian dari persiapan kegiatan tersebut, rapat koordinasi dilaksanakan pada Rabu, 6 Mei 2026, bertempat di kantor BPBD Kabupaten Pasuruan. Rapat ini membahas teknis pelaksanaan bimtek serta strategi pelibatan masjid sebagai pusat edukasi dan kesiapsiagaan bencana.
Kegiatan Bimtek Masjid Tangguh Bencana ini direncanakan akan mengundang sekitar 200 perwakilan masjid dari seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan. Para peserta nantinya akan mendapatkan pemahaman terkait mitigasi bencana, sistem peringatan dini, serta peran masjid sebagai pusat informasi dan perlindungan masyarakat saat terjadi bencana.
Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas masyarakat berbasis keagamaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah Pasuruan. Selain itu, masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga berfungsi sebagai pusat ketangguhan dan solidaritas sosial dalam situasi darurat.
Dengan adanya program ini, Pasuruan diharapkan semakin siap menghadapi risiko bencana melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.(ars)
