Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana terus dilakukan di lingkungan Nahdlatul Ulama. Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTM NU) Kabupaten Pasuruan menggandeng Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Kabupaten Pasuruan menggelar pelatihan Masjid Tangguh Bencana pada Minggu (31/5/2026) di Aula Al Jufri PCNU Kabupaten Pasuruan.
LPBI NU sendiri merupakan lembaga di bawah Nahdlatul Ulama yang bergerak di bidang kebencanaan, mitigasi risiko, penanganan darurat, serta isu perubahan iklim sebagai bagian dari upaya penguatan ketahanan masyarakat terhadap bencana.
Kegiatan tersebut diikuti pengurus takmir masjid yang berafiliasi dengan NU se-Kabupaten Pasuruan, khususnya dari wilayah yang selama ini berpotensi dan berlangganan terdampak bencana alam seperti banjir, angin kencang hingga tanah longsor.
Pelatihan ini bertujuan memperkuat kapasitas pengurus masjid dalam menghadapi potensi kebencanaan. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai tata kelola dan manajemen masjid dalam hal persiapan mitigasi bencana alam, mulai dari pemetaan risiko, langkah antisipasi, hingga prosedur penanganan awal saat kondisi darurat.
Selain mendapatkan materi mitigasi bencana, peserta juga mengikuti praktik pelatihan evakuasi dini saat terjadi bencana yang dipandu anggota BPBD Kabupaten Pasuruan. Dalam simulasi tersebut, peserta dibekali teknik penyelamatan dan langkah penanganan awal agar masjid dapat berperan sebagai titik aman sekaligus pusat koordinasi masyarakat ketika situasi darurat terjadi.
Ketua LTM NU Pasuruan, KH. Muhammad Mundzir Musleh, mengatakan pelatihan ini menjadi langkah awal memperkuat kesiapsiagaan masjid NU dalam menghadapi potensi bencana di wilayah masing-masing.
“Harapan ke depan ketika ada bencana alam, masjid siap dengan berbagai macam antisipasi,” tutup KH. Muhammad Mundzir Musleh. (Van)
