JOMBANG, 28 AGUSTUS 2026 — Rangkaian Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Jombang menjadi momentum penting bagi para pegiat kebencanaan dan lingkungan untuk memperkuat silaturahmi serta jejaring kolaborasi.
Di tengah rangkaian Muktamar, LPBINU se-Indonesia menggelar “Ngopi Bareng” di Pos Singgah LPBINU Jombang, Jumat (28/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang sharing pengalaman, edukasi, dan diskusi pengembangan program LPBINU yang berkelanjutan.
Kegiatan ini dimediasi oleh Saiful Anam dari PW LPBINU Jawa Timur yang turut hadir dan memfasilitasi pertemuan antar-LPBI NU dari berbagai daerah.
Dihadiri LPBI NU dari Berbagai Daerah
Pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah perwakilan LPBI NU, di antaranya:
PC LPBI NU Kabupaten Jombang
PC LPBI NU Kabupaten Mojokerto
PC LPBI NU Kabupaten Pasuruan
PW LPBI NU Jawa Timur
PC LPBI NU Denpasar, Bali
PW LPBI NU Kalimantan Timur
PC LPBI NU Ponorogo
PC LPBI NU Kota Mojokerto
PC LPBI NU Blitar
Pertemuan lintas daerah tersebut berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban. Masing-masing peserta berbagi pengalaman mengenai berbagai kegiatan yang telah dilakukan di wilayahnya, khususnya dalam bidang penanggulangan bencana, pengurangan risiko bencana, edukasi masyarakat, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
Baedowy Muhammad Bahas Sampah sebagai Peluang Bisnis
Salah satu sesi penting dalam kegiatan tersebut menghadirkan Baedowy Muhammad dari PB LPBINU sebagai narasumber.
Baedowy menyampaikan materi mengenai pengelolaan sampah sebagai bagian dari bisnis. Menurutnya, persoalan sampah tidak seharusnya hanya dilihat sebagai beban lingkungan, tetapi juga dapat menjadi peluang ekonomi apabila dikelola secara serius, terorganisasi, dan berkelanjutan.
Konsep tersebut membuka perspektif baru bagi LPBI NU di berbagai daerah untuk mengembangkan program lingkungan yang sekaligus memiliki nilai ekonomi dan mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Pengelolaan sampah dapat dikembangkan melalui berbagai pendekatan, mulai dari pemilahan dari sumber, bank sampah, pengumpulan, pengolahan, hingga pengembangan produk dan rantai nilai sampah.
Mendorong Program Berkelanjutan
Selain membahas pengelolaan sampah, PB LPBINU juga menyampaikan berbagai program yang telah dilaksanakan serta membuka peluang pengembangan dan penawaran program berkelanjutan yang dapat diadaptasi oleh LPBI NU di tingkat PW maupun PC.
Forum ini menjadi penting karena keberlanjutan program membutuhkan kolaborasi dan model pengelolaan yang tidak hanya bergantung pada kegiatan sesaat. Dengan membangun sistem yang kuat dan melibatkan masyarakat, program lingkungan maupun kebencanaan diharapkan dapat terus berjalan dan memberikan dampak jangka panjang.
Saiful Anam selaku mediator dari PW LPBINU Jawa Timur turut mendorong agar pertemuan tersebut menjadi ruang komunikasi dan pertukaran gagasan antar-LPBI NU dari berbagai daerah.
Dari Jombang untuk Indonesia
“Ngopi Bareng” di Pos Singgah LPBINU Jombang menjadi salah satu cerita menarik di tengah kemeriahan Muktamar NU ke-35. Di balik suasana santai, tersimpan agenda penting untuk memperkuat jaringan, berbagi pengalaman, dan membangun gagasan program yang dapat diterapkan bersama.
Pertemuan ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi lebih luas antara LPBI NU di berbagai wilayah Indonesia, khususnya dalam mengembangkan program kebencanaan, lingkungan hidup, dan pengelolaan sampah yang memiliki dampak sosial sekaligus nilai ekonomi.
Dari Jombang, ngopi bersama, berbagi pengalaman, membangun kolaborasi, dan mengubah persoalan sampah menjadi peluang untuk kebermanfaatan umat dan lingkungan.
