www.domainesia.com

LPBINU Kabupaten Pasuruan Gelar Sekolah Aksi Pengurangan Risiko Bencana di MA Al Asy’ari Gondangwetan


Gondangwetan, Pasuruan – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Pasuruan menggelar kegiatan Sekolah Aksi Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di MA Al Asy’ari Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, pada Sabtu, 8 Agustus 2026.


Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya LPBINU Kabupaten Pasuruan dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan pelajar dalam menghadapi potensi bencana. Edukasi kebencanaan di lingkungan sekolah penting untuk membangun budaya aman dan kesiapsiagaan sejak dini.


Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan bencana. Penyampaian materi dikemas secara interaktif, salah satunya melalui pemutaran video edukasi kebencanaan sehingga peserta dapat memahami berbagai potensi risiko bencana serta langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi.


Tidak hanya menerima materi, para pelajar juga updiajak melakukan aksi nyata Pengurangan Risiko Bencana melalui pembuatan konten edukatif PRB. Peserta diberikan ruang untuk menyampaikan pesan-pesan kesiapsiagaan melalui media kreatif dan digital yang dekat dengan kehidupan generasi muda.


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan simulasi bencana gempa bumi. Para peserta mempraktikkan tindakan penyelamatan diri ketika terjadi gempa, termasuk bagaimana melindungi diri, mengikuti arahan, melakukan evakuasi, serta menuju titik aman atau titik kumpul.


Melalui simulasi tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman praktis dalam menghadapi situasi darurat. Pendekatan praktik langsung juga sejalan dengan upaya membangun satuan pendidikan yang lebih aman dan tangguh terhadap bencana. BNPB sendiri menekankan pentingnya edukasi, praktik penyelamatan diri, dan simulasi evakuasi sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan di sekolah.


LPBINU Kabupaten Pasuruan berharap kegiatan Sekolah Aksi PRB dapat melahirkan pelajar yang siaga, tangguh, peduli, dan mampu menjadi agen edukasi kebencanaan bagi keluarga maupun lingkungan sekitarnya.


_“Pengurangan risiko bencana bukan hanya tugas relawan atau pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Pelajar memiliki peran penting untuk menyebarkan pengetahuan dan membangun budaya siap siaga mulai dari sekolah, keluarga, hingga masyarakat,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut._


Kegiatan Sekolah Aksi PRB di MA Al Asy’ari Gondangwetan menjadi bagian dari komitmen LPBINU Kabupaten Pasuruan untuk terus memperkuat edukasi dan aksi pengurangan risiko bencana di lingkungan pendidikan.


Kenali risikonya, kurangi risikonya, siapkan diri, dan selamatkan sesama.


*LPBINU Kabupaten Pasuruan*

_Bersama Membangun Desa Tangguh dan Masyarakat Siaga Bencana._